Berinfaklah Sebelum Allah Memaksa

2
34
Ustad Anas Thohir

GIRImu.com – Sering terjadi, akibat pelit dan tidak suka berinfak karena takut miskin, Allah memaksa dengan cara yang justru membuat lebih menderita. Karena itu, berinfaklah baik dalam kondisi lapang atau berkecukupan maupun ketika berada dalam kesempitan atau kekurangan.

Itulah di antara materi kajian yang diberikan Ustad Anas Thohir dalam Pengajian Ahad Pagi di masjid At- Taqwa Kedanyang, Minggu (11/12/2017). Anjuran berinfak yang disampaikan Ustad Anas itu merupakan salah satu sifat atau kepribadian yang dimiliki umat Islam (muslim).

“Banyak contoh yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Akibat terlalu pelitnya sehingga susah untuk diajak berinfak karena takut hartanya habis atau jatuh miskin, Allah justu memaksa untuk berinfak dengan cara yang menyakitkan,” ujar Ustad Anas kepada jamaah masjid At-Taqwa Kedanyang.

Apa saja bentuk pemaksaan berinfak yang dilakukan oleh Allah, lanjut Ustad Anas, di antaranya diganjarnya seseorang itu dengan sakit yang tidak sembuh-sembuh. Akibat sakit itu harta yang dimiliki justru habis untuk berobat. Ironinya, meski hartanya sudah habis, penyakitnya tidak kunjung sembuh. Cara lain, kata Ketua Majelis Tablig Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik ini, musibah pencurian atau perampokan yang membuatnya jatuh miskin.

“Ada juga yang tiba-tiba kecelakaan hebat sehingga memaksa harus mengeluarkan dana yang sangat banyak untuk berobat. Itulah cara-cara Allah memberikan peringatan dan memaksa berinfak dengan cara yang tidak kuasa ditolak,” katanya.

Karena itu, senyampang belum dipaksa, dengan penuh kesadarania menganjurkan agar setiap muslim gemar berinfak. Sebab, di antara rezeki yang diberikan Allah kepada umat-Nya ada hak yang harus dikeluarkan dalam bentuk infak atau sedekah. Bahkan ketika sudah memenuhi syarat  hitungannya (nisab), zakat juga menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan setiap muslim.

Selain gemar berinfak, Ustad Anas juga memaparkan kepribadian lain yang mesti dimiliki setiap muslim, yakni tawadhuk atau rendah hati yang jauh dari sifat sombong dan angkuh. Implementasi ke-tawadhuk-an itu adalah bisa hidup berdampingan secara harmonis dengan siapa pun, misalnya tetangga. Dan, ketika berinteraksi dengan orang lain, kata-kata atau ucapan yang keluar dari lisannya selalu menyejukkan dan tidak menyakitkan.

“Termasuk di grup-grup WA (Watshapp, Red.) itu. Jangan terlalu cepat merespon tanpa pertimbangan matang. Apalagi jika responnya itu bisa menyakiti anggota grup. Kita hidup itu selalu butuh orang lain. Jangankan masih hidup, sudah meninggal pun kita masih butuh orang lain. Mana ada orang meninggal mau ke kuburan sendiri,” sindir Ustad Anas, seraya mengutip surat Al Furqon:63 dalam Al Quran sebagai pijakan.

Kepribadian lain yang juga harus dimiliki dan diamalkan setiap muslim adalah suka bangun malam untuk qiyamullail atau tahajud. Orang yang gemar tahajud, kata Ustad Anas, merupakan pilihan Allah yang dalam dirinya selalu tertanam rasa takut (khauf) sehingga selalu berada dir el kebenaran yang digariskan Allah SWT. (sto)

 

 

2 COMMENTS

  1. Alhamdulillah kita sudah punya web sebagai wadah wakwah amar makruf nahi mungkar, semoga manfaat untuk menambah wawasan dan memberi pencerahan terhadap Dienul Islam ini. Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kedanyang mengajak keluarga besar Muhammadiyah, A’isyiyah untuk terus dan istiqomah mengikuti taklim-taklim yang disitu dibacakan ayat-ayat Allah SWT. dan sabda-sabda Rosulullah SAW. khususnya Kajian Ahad Pagi yg tiap Ahad ke-2 dilaksanakan di Masjid At-Taqwa Kedanyang. Ajak saudara keluarga maupun tetangga terdekat untuk meramaikan taklim tersebut. Nasrun minallah wa fathun qoriib.

    • Alhamdulillah. Terima kasih atas apresiasinya. Kami siap mengakomodasi berbagai kegiatan di bawah koordinasi Pimpinan Ranting Kedanyang. Begitu juga terhadap AUM di Kebomas, Gresik dan sekitarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here