Menggagas Koperasi Bebas Riba

0
289

Oleh PRISTY NOVIDA

Guru di SMP Muhammadiyah 4 Kebomas, Gresik

 

[dropcap]M[/dropcap]endapatkan pinjaman dana mikro untuk tambahan modal usaha dan biaya pendidikan sekarang ini cukup sulit meskipun banyak koperasi simpan pinjam menawarkan produk yang kelihatannya mudah. Begitu kita masuk dan terperangkap di dalamnya, akan sangat susah untuk keluar.

Berbagai jaminan ditawarkan untuk mempermudah nasabah, karena memang tujuan dari pendirian koperasi adalah untuk profit atau menghasilkan keuntungan. Keuntungan diperoleh dari biaya tambahan setiap bulan atau dikenal dengan istilah bunga. Belum lagi biaya administrasi yang dipotongkan pada saat pencaian pinjaman. Alhasil, uang yang diterimakan  pasti tidak sesuai dengan yang dipinjam, karena sudah terpotong oleh biaya administrasi.

Allah telah melarang praktik riba. Dalam Al Quran dijelaskan dalam surat Ar-Ruum:39  “Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar ia menambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambahkan pada sisi Allah.  Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhoan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatkan gandakan (pahalanya)”.

Larangan praktik riba tertulis juga pada surat Al-Baqarah:278-279.  “Hai  orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut). Jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat dari pengambilan riba, maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak pula dianiaya”.

Praktik riba akan menjadikan orang lain yang berkesusahan akan terjerumus dalam kesusahan yang lebih dalam lagi. Karena itu, Islam melarang keras praktik riba yang kerap mendompleng pada aktivitas perekonomian dengan berbagai jenis dan modus yang dikembangkan..

Tawaran Solusi

Ada solusi kecil untuk membantu pihak yang membutuhkan pinjaman dana mikro dengan mendirikan koperasi gotong royong yang orientasi pendiriannya bukan untuk mendapatkan keuntungan semata. Koperasi gotong royong bisa didirikan di perkumpulan kecil, misalkan paguyuban keluarga, pengajian, ibu-ibu PKK atau komunitas lainnya.

Karena kebutuhan dananya bersifat  mikro,  maka koperasi gotong royong ini pun berskala kecil. Dengan bermodal amanah, in sya Allah bisa berjalan dengan baik sesuai tujuan. Beberapa yang diperlukan untuk mendirikan koperasi gotong royong:

  1. Pengurus yang amanah

Ini sangat diperlukan karena yang mengeluarkan kebijakan dan menyetujui keluar masuk uang adalah pengurus. Maka harus memilih orang yang tepat melalui sosok kepribadiannya.

  1. Anggota yang amanah

Anggota koperasi gotong royong harus pula orang yang bisa dipercaya. Menarik anggota koperasi juga melalui kepribadiannya.

  1. Modal dasar

Modal dasar diperoleh dari simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan suka rela anggotanya..

  • Simpanan pokok ditentukan berdasarkan kesepakatan di awal dan dibayarkan sekali saja selama menjadi anggota..
  • Simpanan wajib ditentukan berdasarkan kesepakatan dan dibayarkan setiap bulan secara rutin.
  • Simpanan suka rela ditentukan oleh anggota dan besarannya bisa tidak sama sesuai kemampuan.

 

  1. Transparansi keuangan

Setiap keluar masuknya keuangan harus ada laporan yang tertulis dan diketahui semua anggota. Proses peminjaman dilakukan dengan menawarkan terlebih dahulu kepada anggota yang memerlukan dana pinjaman.

Pinjaman akan dibayarkan dengan cara diangsur sesuai dengan nominal yang dipinjamkan. Misal : pinjaman Rp 1.000.000 akan diangsur 10 x dengan kewajiban Rp 100.000 tiap bulan rutin.  Karena tidak ada biaya tambahan, maka pada koperasi ini tidak ada perhitungan laba atau sisa hasil usaha (SHU).

Jika tidak ada yang meminjam,  maka dana itu harus dipinjamkan ke salah satu anggota dengan tujuan agar dana tersebut berputar dan bisa bertambah nilai pinjaman berikutnya. Begitu seterusnya, jika semua pengurus dan anggota amanah, maka in sya Allah koperasi gotong royong akan berkembang dan bisa menolong anggotanya.

Asumsi modal awal (bulan 1)

No Nama Simp.pokok Simp.wajib Simp.sukarela Jumlah
1 Brodin 100.000 10.000 20.000 130.000
2 Naruto 100.000 10.000 30.000 140.000
3 Siti 100.000 10.000 20.000 130.000
4 Imut 100.000 10.000 20.000 130.000
5 Asep 100.000 10.000 30.000 140.000
Jumlah 500.000 50.000 120.000 670.000

Bulan ke -2, Brodin pinjam dana Rp 500.000, diangsur 5 x dengan jumlah anggsuran Rp 100.000 tiap bulan.

Asumsi keuangan bulan ke 3

No Nama Simp. wajib Simp. sukarela angsuran jumlah
1 Brodin 10.000 20.000 100.000 120.000
2 Naroto 10.000 30.000 40.000
3 Siti 10.000 20.000 30.000
4 Imut 10.000 20.000 30.000
5 Asep 10.000 30.000 40.000
Jumlah 50.000 120.000 100.000 270.000

Saldo koprasi bulan ke -3:

Rp 670.000  –  Rp. 500.000 = Rp. 170.000

Rp. 170.000 +  Rp. 270.000  =  Rp. 440.000

Jadi saldo koperasi sampai bulan ke-3 adalah Rp 440.000

Saldo bulan ke-4 Rp 440.000 + Rp 270.000 = Rp 710.000

Begitu seterusnya akan berkembang dengan tanpa riba. Pada bulan ke-5 bisa meminjamkan ke anggota bisa mencapai Rp 800.000.

Dengan demikian, niat menolong kerabat, teman atau siapa pun lewat koperasi model ini akan tersampaikan dan terhindar dari riba.  In sya Allah akan menjadi catatan amal kita di hadapan Allah SWT… amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here