Ucapan untuk Pasangan Pengantin dan Hikmah di Dalamnya

0
450

Pengantar redaksi:

Kita kerap menghadiri atu memenuhi undangan resepsi pernikahan untuk ikut merasakan aura kebahagiaan pasangan pengantinnya. Oleh Kanjeng Rasulullah Muhammad SAW, kita juga dianjurkan tidak sekadar hadir, tetapi mendoakan pasangan pengantin itu. Bagaimana doa yang diajarkan Kanjeng Rasul dan apa pula hikmah? Simak paparan berikut ini, yang bersumber dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

*****

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَفَّأَ الْإِنْسَانَ إِذَا تَزَوَّجَ قَالَ بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي الْخَيْرِ

Dari Abu Hurairah RA bahwa jika Nabi SAW mendoakan orang yang baru menikah baginda membaca      “BARAKALLAH LAKA WA BARAKA ‘ALAIKA WA JAMA’A BAINAKUMA FIL KHAIR (semoga Allah memberi berkah kepadamu dan keberkahan atas pernikahan kamu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan

(Sunan Tirmizi No: 1011)

Hikmah dari hadits tersebut adalah:

1.  Apabila seseorang mendapat kebaikan, kita dianjurkan mengucapkan tahniah dan mendoakan kebaikan buat mereka.

2.  Apabila ada orang yang menikah,  disunahkan memberikan ucapan dan mendoakan kepada pasangan pengantin tersebut dengan doa:

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي الْخَيْرِ

“BARAKALLAH LAKA WA BARAKA ‘ALAIKA WA JAMA’A BAINAKUMA FIL KHAIR

(Semoga Allah memberi barakah kepadamu dan keberkahan atas pernikahan kamu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan).

Doa keberkahan dan kebaikan sebagaimana dalam  hadits tersebut menjadi kado terindah bagi pasangan pengantin yang akan memulai mengarungi bahtera rumah tangga yang penuh dengan dinamika.

Ilustrasi keberkahan sebagaimana dialog Ibrahim bin Adham RA  dengan salah seorang  zindiq yang tidak percaya akan eksistensi barokah.

Zindiq itu berkelekar, “Yang namanya barokah itu jelas tidak ada (hanya mitos).

Mendengar itu, Syaikh Ibrahim lantas menanggapi pernyataannya:

*Bin Adham: Pernahkah kamu melihat anjing dan kambing?

*Zindiq: Ia, tentu.

*Bin Adham: Mana dari keduanya yang lebih banyak berreproduksi dalam melahirkan anak-anaknya?

*Zindiq: Pastinya anjing, anjing bisa melahirkan sampai tujuh anak anjing sekaligus. Sedangkan kambing hanya mampu melahirkan setidaknya hanya tiga anak kambing saja.

*Bin Adham: Coba perhatikan lagi di sekelilingmu, manakah yang lebih banyak populasinya antara anjing dan kambing?

*Zindiq: Aku lihat kambing lebih mendominasi, jumlahnya lebih banyak dibandingkan anjing.

*Bin Adham: Bukankah kambing itu sering disembelih? Entah itu untuk keperluan hidangan jamuan tamu, prosesi kurban Idul Adha, acara aqiqah, atau momen istimewa dan hajat lainnya? Tapi ajaibnya spesies kambing tidak kunjung punah dan bahkan jumlahnya justru nampak melebihi anjing.

*Zindiq: Iya, iya, betul sekali

*Bin Adham: Begitulah gambaran berkah

*Zindiq: Jika tamsilnya begitu, lalu kenapa justru kambing yang mendapat berkah, bukan anjing?

Syaikh Ibrahim Bin Adham kemudian menutup dialog itu dengan jawabannya yang cukup menyentil;

لأن الأغنام تنوم أول الليل و تصحى قبل الفجر فتدرك وقت الرحمة فتنزل عليها البركة. وأما الكلاب تنبح طول الليل فإذا دَنا وقت الفجر هجست ونامت ويفوت عليها وقت الرحمة فتنزع منها البركة

Karena kambing lebih memilih tidur di awal petang tapi, ia selalu bangun sebelum fajar, di saat itulah ia mendapati waktu yang penuh dengan rahmat, hingga akhirnya turunlah berkah kepadanya. Beda halnya dengan anjing, ia doyan menggonggong sepanjang malam, tetapi di saat menjelang fajar ia malah pergi tidur sampai melewatkan saat-saat turunnya kucuran rahmat dan ia pun tidak kebagian berkah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here