Sekolah yang Ditunggu-tunggu itu Bernama SD Almadany

0
107

GIRImu.com – Sesuai namanya, Tim Percepatan Pendirian Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Kedanyang terus bergerak cepat, mengejar target: tahun pelajaran 2018/2019 yang dimulai Juli 2018 sekolah harus sudah beroperasi. Selain menyelesaikan finishing pembangunan gedung sekolah yang berlokasi di Perumahan Griya Karya Giri Asri (GKGA) di Desa Kedanyang, Kec. Kebomas, Kab. Gresik ini, tim bentukan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik ini kini rajin road show dan gerilya menjalankan amanah.

“Kami memang terus bergerak karena waktu yang tersedia tidak banyak. Sementara tahun ajaran ini, SD ini harus sudah menerima siswa dan beroperasi,”  ujar Ketua Tim Percepatan Pendirian SD Muhammadiyah Kedanyang, Sarwo Edy, saat silaturrahim dengan jajaran Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebomas di aula SMP Muhammadiyah 4 Kebomas, Gresik, Rabu (21/2/2018) malam.

Perspektif SD Almadany.

Sarwo Edy yang juga Sekretaris PDM Gresik ini tak menampik, tim yang dipimpinnya seperti bonek (bondo nekad),  istilah populer yang melekat pada supporter kesebelasan Persebaya Surabaya. Meski demikian, lanjutnya penuh semangat, dengan spirit bonek, semangat yang kuat dan penuh keyakinan, in sya Allah pendirian dan operasional SD yang telah memakan waktu 20 tahun itu, bisa diwujudkan tahun ini.

Di sisi lain dia memaparkan tentang konsep sekolah yang akan diusung. Dikatakan, SD Muhammadiyah Kedanyang akan dikelola dengan konsep sekolah alam yang dipadukan nilai-nilai luhur Al Quran. Sebagai pendatang baru, sekolah ini mesti memiliki perbedaan dan keunggulan tertentu. Harapannya, dalam waktu tidak terlalu lama, sekolah ini mampu melakukan akselerasi dalam memperkuat positioning sebagai sekolah alam.

“Karena konsepnya sekolah alam, maka branding yang akan kami tancapkan adalah ‘SD Alam Muhammadiyah Kedanyang’, disingkat SD Almadany,” tandas Sarwo Edy, seraya menambahkan, tim masih terus mematangkan konsep sebelum ditawarkan kepada masyarakat atau calon peserta didik.

Tentang sebutan SD Almadany, kata Sarwo Edy, sebelum ke Majelis Dikdasmen PCM Kebomas, tim juga road show ke Majelis Dikdasmen PCM Manyar dan Gresik. Ia mengaku semangatnya makin terlecut karena dukungan beberapa PCM di kawasan Gresik kota. Dikatakan, Majelis yang dikunjungi itu telah memberikan dukungan riil dengan meminjamkan sumber daya manusia (SDM), berupa guru dan tenaga administrasi terbaiknya. Bahkan, Majelis Dikdasmen PCM Manyar, menyiapkan kader dan guru terbaiknya untuk diplot sebagai calon kepala sekolah.

“Tidak hanya SDM yang dipinjamkan, tetapi juga termasuk dana untuk gajinya. Karena itu, hal yang sama juga kami mohonkan kepada Majelis Dikdasmen Kebomas sebagai tuan rumah,” katanya.

Sekretaris Majelis Dikdasmen PCM Kebomas, Imam Poeri, merespon dengan menyatakan siap mewujudkan SD Almadany. Ia lalu memaparkan sejarah panjang proses pendirian SD. Dikatakan, upaya pendirian sekolah itu dilakukan penuh tantangan dan rintangan. Namun, semangat yang luar biasa dan pantang menyerah, terutama yang ditunjukkan pengurus dan anggota ranting Kedanyang, membuat Majelis Dikdasmen Kebomas ikut terpacu.

“Kalau boleh dikatakan, prosesnya sangat …sangat panjang dan berdarah-darah. Melihat semangat yang begitu luar biasa dari teman-teman Kedanyang, kami di cabang tentu tidak bisa tinggal diam. Karena itu, para pimpinan di PDM, khususnya Pak Sarwo Edy, saya mohon untuk terus mengawal dan mendampingi, paling tidak atau minimal lima tahun,” kata Imam Poeri setengah menyemangati. (sto/fud)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here