Panen di Sawah Tadah Hujan Tengah Kota Gresik

0
34

GIRImu.com –  Panen padi di area pedesaan itu hal biasa. Tetapi, kalau panennya di kawasan pusat perkotaan, ini fenomena langka di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri dan perumahan yang cenderung “mencaplok” lahan perkotaan.

Inilah yang terjadi di Desa Kembangan, Kec. Kebomas, Gresik. Di area sawah tadah hujan (pengairannya hanya mengandalkan air hujan) dan lokasinya di perkotaan ini telah dilakukan panen padi, Rabu (21/3/2018). Karena kesulitan mencari tenaga untuk memanen, jajaran Koramil Kebomas menerjunkan lima personelnya untuk membantu memanen di sawah milik Pak Ebit.

Di sawah yang berjarak hanya 1 km dari pusat pemerintahan/Pemkab) ini, lima anggota Koramil plus Komandannya, Kapten Arh Sali, menggantikan peran pekerja panen, mulai memotong batang padi hingga proses perontokan bulir padinya.

“Saya sudah pesan tenaga kerja (kuli sawah) dari Tuban dan Bojonegoro yang biasa ikut mengerjakan sawah di desa ini. Karena di sana lagi banjir akibat luapan Bengawan Solo, kami kesulitan mencari tenaga untuk memanen. Saat kemarin jagong dengan petugas Babinsa dan kami sampekan keluhan ini, eh ternyata pagi ini lima anggota TNI datang ikut membantu memanen,” kata Pak Ebit seraya berucap syukur telah dibantu oleh Danramil dan lima anggotanya.

Danramil Kebomas, Kapten Arh Sali, mengatakan, pihaknya memang mendapat tugas khusus untuk mengamankan hasil petani untuk kepentingan swasembada pangan. Karena itu tak heran, di sentra-sentra produksi pertanian, khususnya di sektor pangan, TNI selalu mendampingi petani sejak proses mengolah sawah, menanam padi, membasmi hama, memanen, bahkan hingga mengirim beras ke gudang Bulog.

“Area ini adalah pusat kota yang umumnya sikap gotong royong sudah pudar. Karena itu, kami turun tangan untuk memberikan contoh kepada masyarakat, betapa pentingnya arti gotong royong,” kata Danramil. (ali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here