IMERI-FKUI Kembangkan Aplikasi Penurun Angka Kematian Ibu

0
31
Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG

GIRImu.com – Salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu hamil di Indonesia dalam tiga dekade terakhir adalah minimnya persiapan perencanaan keluarga. Kini,  Indonesian Medical Research Institute (IMERI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengembangkan aplikasi berbasis android untuk mengurangi angka kematian ibu sekaligus merencanakan keluarga sehat dan unggul.

“Perencanaan keluarga yang menyeluruh  bisa menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu. Aplikasi ini akan membantu setiap keluarga Indonesia merencanakan kehamilannya dan menjaga kesehatan ibu hamil dan  anak yang dikandungnya agar menjadi generasi unggul di masa depan,” kata Vice Director IMERI Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG.

Dalam rilis yang diterima girimu.com, Jumat (30/3/2018), Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Jaya ini mengungkap, angka kematian ibu dari tahun ke tahun mengalami kenaikan.  Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SKDI) 2012, angka kematian ibu di Indonesia mencapai 359 orang setiap 100.000 kelahiran. Angka kematian ini tersebar di pedesaan dan perkotaan, berbagai kelompok ekonomi, beragam usia, yang ditangani medis maupun nonmedis. Sementara, berdasarkan data Dinas DKI tahun 2017, angka kematian ibu tahun 2016 adalah 94 orang, naik dibandingkan tahun 2015 sebanyak 85 orang.

Doktor yang sering berkeliling ke sejumlah negara ASEAN dan Asia Selatan ini memaparkan, aplikasi yang dikembangkan IMERI diberi nama JakPros (Jakarta Reproduksi Sehat).  Prinsip aplikasi ini adalah Consumer Health Informatics (CHI) atau “sistem informatika kesehatan berorientasi konsumen.”

“Aplikasi ini memberikan informasi secara real time apa yang dibutuhkan ibu hamil dan anaknya serta mencegah berbagai hal yang membahayakannya.  Informasi merupakan hal terpenting bagi konsumen, khususnya ibu hamil dan keluarga dalam merencanakan generasi masa depan yang unggul,” ujar Iko,  sapaan akrabnya.

Menurutnya, sudah tidak zamannya lagi memiliki keturunan yang tidak direncanakan apalagi tidak dipersiapkan dengan baik.  Konsep Keluarga Berencana adalah merencanakan, menyiapkan dan menjaga kehamilan dengan baik.

“Itu artinya kita sedang membangun bangsa melalui perencanaan keluarga yang sehat dan mempersiapkan secara fisik generasi yang unggul,  sebelum ditempa dalam proses pendidikan, “ tegas Iko.

Ia mengingatkan, 100 hari atau 3 bulan sebelum mengandung si calon ibu harus mempersiapkan dirinya dengan baik,  mengkonsumsi mikro nutrien dalam jumlah yang cukup, seperti asam folat, zat besi, kalsium, “zinc”, dan lain-lain.

Selanjutnya seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK)  sangat menentukan kualitas bayi yang dilahirkan dari rahim seorang ibu.

“Nutrisi yang diperoleh seorang ibu, pertambahan berat jabang bayi di dalam rahim dan kesehatan ibu hamil sangat memengaruhi kualitas  bayi yang akan dilahirkan. Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan keluarga merencanakan kualitas bayi dan kualitas ibu selama proses perencanaan kehamilannya,” tegas Iko meyakinkan. (sto)

 

Kontributor: Habe Arifin, Jakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here