Tahun Baru Hijriyah dan Tetenger Muhammadiyah Gresik Berjihad Politik

0
38

[dropcap]T[/dropcap]ahun baru Hijriyah, 1 Muharram 1440, rupanya menjadi tetenger bagi keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Tetenger bahwa persyarikatan yang selama ini lebih fokus dan berhidmat pada pengelolaan pendidikan, kesehatan, dan (sedikit) ekonomi kerakyatan, kini mulai memasuki bidang yang selama ini disikapi dengan malu-malu, Apa itu?

Para calon politisi di antara peserta Rakorda.

Momentum masuknya tahun baru 1440 H yang  bertepatan dengan hari Selasa, 11 September 2018, memantik ghirah baru Muhammadiyah Gresik untuk tidak lagi malu-malu memasuki dunia politik sebagai bagian dari dakwah zaman now yang sarat dengan up date situasi dan kondisi kekinian. Bahkan, masuknya Muhammadiyah ke dunia politik, tidak lagi terformat dalam laku ihtiar, tetapi telah memasuki ranah jihad.

Meski tetap menegaskan, bahwa secara institusi masihlah netral/independen di bidang politik praktis, fenomena terkini menunjukkan, Muhammadiyah tidak lagi malu-malu bicara politik, khususnya menyikapi pemilu 2019, baik pemilihan presiden/wakil presiden, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) maupun legislative (DPR/DPRD).

Dikemas dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dengan tema sangar: ‘Jihad Politik’, Muhammadiyah Gresik menghadirkan para kadernya mulai unsur pimpinan daerah, cabang, dan ortomnya, juga jajaran Aisyiyah dan pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam menyikapi pemilu 2019. Tidak hanya itu, forum Rakorda Jihad Politik juga menghadirkan kader-kadernya yang siap bertarung dalam hajatan politik 2019.

Para calon anggota legislatif yang terindikasi sebagai kader Muhammadiyah dari berbagai partai peserta pemilu pun dihadirkan dalam forum yang dihelat di lantai 4 Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) di Perumahan Bunder Asri Gresik ini. Tercatat, puluhan caleg masuk dalam daftar yang dihimpun PDM Gresik.

Bahkan, dua kader militan Muhammadiyah yang secara khusus direstui oleh Pimpinan Wilayah, juga disosialisasikan dalam forum Rakorda Jihad Politik ini. Keduanya adalah Najib Hamid dan Prof  Zainuddin Maliki. Najib Hamid yang asli Lamongan ini dicalonkan mengisi kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD )RI untuk daerah pemilihan Jatim. Sementara Zainuddin Maliki diplot sebagai anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk daerah pemilihan (Dapil) Gresik-Lamongan. Keduanya tidak datang sendiri, tetapi disertai tim pemenangannya.

Karena itu, Hilmy Aziz, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, yang di antaranya membawahkan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP), selaku tuan rumah Rakorda Jihad Politik, memberikan kesempatan kepada tim pemenangan untuk mempresentasikan program dan agenda aksi untuk memuluskan kemenangan Najib Hamid dan Zainuddin Maliki.

“Mendekatlah ke warga Muhammadiyah sesuai dengan daerah pemilihan masing-masing untuk bisa dipilih dalam pemilu nanti. Kalau tidak mendekat, maka warga pun kecil memberikan suaranya kepada Anda,” pesan Hilmy Aziz kepada para caleg yang hadir.

Sementara Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Nurcholis Huda, menegaskan pentingnya kader persyarikatan menjadi politisi, karena pengelolaan negara, termasuk pemerintahan di daerah, merupakan produk politik. Karena itu, Muhammadiyah akan mendorong dan men-support kader-kadernya yang siap memasuki dunia politik lewat pemilu.

“Dan, momentum tahun baru Hijriyah ini kita jadikan tonggak sejarah untuk mengantarkan saudara-saudara kita, kader Muhammadiyah, khususnya Pak Najib Hamid dan Pak Zainuddin Maliki, untuk mewakili Muhammadiyah di panggung politik,” ujar Nurcholis Huda. (sto)
 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here