Empty Classroom Day on Muhammadiyah 1 Giri Elementary School

0
31

 

Out Door Class SD MURI latih kerjasama (ida/girimu)

Pada tahun 2011 di Inggris, Anna Portch mendirikan kampanye akar rumput ‘Empty Classroom Day’ (Hari Kelas Kosong) dengan dukungan para guru dan pendidik di London Sustainable Schools Forum (LSSF). Untuk memperkuat gerakan ini dan menjadikannya benar-benar mendunia, meleburkan Empty Classroom Day Inggris dan Irlandia ke dalam satu nama Outdoor Classroom Day.

SD Muhammadiyah I Giri Kebomas ikut mendaftarkan diri mengikuti program Outdoor Classroom Day sedunia pada Kamis 1 November. Beberapa planning pembelajaran di luar dari kelas 1 sampai 6 dilaksanakan bersamaan pada hari itu. Diawali dengan opening ceremony Kegiatan OCD dibuka oleh Dina Hanif Mufidah,S.Pd  selaku Kepala Sekolah SD MURI. “Ayo anak-anak siap belajar diluar yaa !”,  pekik  bu Dina. Serempak anak-anak menjawab dengan semangat. “Siaap, Bu !,”  Disela sambutannya Bu Dina mengatakan setiap jenjang kelas akan belajar di tempat yang berbeda-beda. Kelas 1 dan 2 OutBond Islami di lapangan sekolah, kelas 3 di ladang garam daerah Romo Kalisari, kelas 4 di salah satu situs Sunan Giri membuat aniki, kelas 5 membuat makanan khas giri yaitu Opak Jepit sedangkan kelas 6 membuat Water Rocket. Dan para siswa pun segera menuju tempat yang telah ditentukan. “Horee ..horee.…asyik!”  teriak Zabir siswa kelas 1.

ICBOB (Islamic Character Building Out Bond)untuk kelas 1 dan 2 menanamkan karakter islami sejak dini melalui permainan out bond. Diantaranya estafet pipa bocor, tepung mundur dan lainnya  seperti siswa mencari daun bertuliskan rukun islam dan rukun iman dalam bak yang berisi air dibutuhkan kerja sama team dan kekompakan. Basah kuyup semakin seru dan gembira. Ke ladang garam adalah pengalaman pertama bagi kelas 3. Mereka melakukan kegiatan layaknya petani garam, mulai meratakan tanah, cara mengairi air ke ladang sampai memanen garam semua dilakukan dengan riang gembira. Tidak kalah serunya juga siswa kelas 5, membuat makanan khas Giri, Opak Jepit. Membuat adonan dari tepung tapioca, santan, dengan bumbu bawang putih dan garam diracik sendiri oleh siswa. Kemudian adonan dipulung menjadi bulatan kecil seperti kelereng dan siap dicetak. Mereka sangat antusias, gembira, ribut juga serius. Kelas 4 membuat Anniki dalam suasana rindang dan sejuk di area pendopo Sunan Prapen.  Anak-anak membawa 6 macam buah untuk dijadikan object anniki. Setelah selesai buah dimakan bersama. Sedang kelas 6 membuat Water Rocket, pembelajaran sians dengan media sederhana.

Dengan belajar di luar kelas ini diharapkan dapat menciptakan kenangan yang abadi, membantu membentuk kesadaran lebih besar akan lingkungan, memberikan lebih banyak peluang untuk berpikir secara independen, serta membuat anak-anak merasa tertantang dan antusias untuk belajar. Anak-anak bergerak lebih aktif ketika bermain di luar ruangan; hal ini penting untuk tumbuh dengan sehat dan menikmati masa kecil mereka. Hari khusus ini akan menjadi momen perayaan pengalaman mereka. Bagi semua orang Belajar di Luar Kelas akan menunjukkan betapa mudah dan menakjubkannya menghabiskan waktu di luar ruangan setiap hari. Kepala Sekolah SD Muhammdiyah I Giri menandaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekali tetapi akan di program tiap materi pembelajaran. Siswa senang gurupun senang. “Besok lagi ya Bu…” celetuk Maidi siswa kelas 5.(ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here