Spirit Belajar Sepanjang Hari Ala SD Almadany

0
44

>> Libur Idul Adha dan Tasyik Justru Jadi Momen Belajar Kehidupan

Takbir keliling yang dilakukan sebagian siswa SD Almadany.


GIRImu.com – Warna penanggalan (kalender) boleh merah dan jadwal sekolah boleh saja libur. Tetapi, yang namanya belajar, tidak mengenal libur, meski teknis pelaksanaannya bisa jadi berbeda dengan proses belajar-mengajar (PBM) di kelas.

“Belajar tidak ada liburnya. Kapan saja dan di mana saja berada, hakikatnya adalah belajar,” ujar Kepala SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (Almadany), A.H. Nurhasan Anwar, kepada Girimu.com, Selasa (13/8/2019).

Spirit belajar sepanjang hari atau bahkan sepanjang masa dan dalam kondisi apa pun itulah yang ditanamkan kepada para siswa SD Almadany (SD Muhammadiyah 2 Kebomas) ini. Karena itu tak heran, ketika libur Hari Raya Idul Adha dua hari lalu, para siswa sekolah berkonsep alam di Perumahan GKGA Kedanyang, Kebomas, Gresik ini berbagai aktivitas life skill mereka lakukan.

Dikatakan, aktivitas belajar tidak harus dilakukan di dalam kelas. Kapan saja dan di mana saja berada, hakikatnya adalah bagian dari proses belajar. Demikian juga dalam mencari pengalaman hidup dalam momen libur Idul Adha dan Hari Tasyrik yang menyertainya.

Seperti dilakukan sejumlah siswa SD Almadany ini. Dibantu bunda-bundanya, mereka menuliskan cerita di balik peristiwa Idul Adha tahun 2019 ini. Delisha Qistina Putri, misalnya. Si centil yang biasa dipanggil Delisha ini, Minggu (11/8/2019) lalu sangat antusias menyambut hadirnya Idul Adha tahun ini.

“Pagi sebelum Subuh dia sudah bangun, sholat Subuh, terus minta ke masjid dekat rumah untuk sholat Ied,” kisah bunda Delisha, Desy Ufilia P.

Lain lagi cerita Muhammad Mirza Ardhani dan Ilbana Azzukhruza. Ardhan, panggilan Muhammad Mirza Ardhani, sejak Maghrib (Sabtu, 10/8/2019) udah siap-siap takbir keliling kampung bersama para santri TPQ- nya.

Hal yang sama juga dilakukan Ilbana Azzukhruza saat malam Hari Raya Idul Adha. Ia bersama teman-teman TPQ Nurul Ummah di Perumahan Grand Sungkono Kedanyang juga takbir keliling komplek perumahan.

Engeli Daiva Javanda yang biasa dipanggil Vanda, beda lagi. Seusai sholat Ied dan melihat proses pemotongan hewan qurban, ia nampak duduk di teras rumah sambil membaca ayat-ayat Al Quran dalam juz ‘Ammah.

“Vanda memilih menghafal juz ‘Amma dengan harapan dapat hadiah (stiker) mobil untuk hafalan terbanyak di kelasnya,” ujar Alesta Eka Sundari, bunda Vanda.

Sementara Adiba Ayra Rohman dan Febiola Naomi Brilian Rachmat, keduanya menemani ayahnya yang menjadi panitia Qurban di TK ABA 34 Kedanyang.

“Asyik bisa melihat bapak-bapak memotong daging (hewan qurban),” celoteh Ayra sembari main prosotan di halaman sekolah.

Kenzie Tsari Azmi, siswa SD Almadany lainnya, saat liburan Idul Adha dan Tasyrik memilih memasak daging hewan qurban ala chief hotel bintang 5 saja. Dengan gayanya yang bikin gemes, ia seolah unjuk kebolehan dalam memasak menu istimewa yang ia bikin bersama bundanya.

“Horeeee …masakan sudah mateng. Ayo diincip. Lezat …lezaaaaaat,” ujarnya setengah berteriak. (fud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here