Asyiknya Pembelajaran Kontekstual lewat Momen Hari Raya Qurban dan Hari Pramuka di SD Muri

0
18
Anak-anak SD Muri membagikan daging kurban kepada warga. (Foto: Riza Agustina)

GIRImu.com – Hari terakhir Tasyrik, Idhul Adha 1440 yang bertepatan dengan Hari Pramuka, Rabu (14/8/2019) menjadi momen istimewa dan mengesankan bagi SD Muhammadiyah Giri (SD Muri), Kebomas, Gresik. Betapa tidak, pada dua hari besar itu, sekolah di perbukitan kawasan Giri ini melakukan proses pembelajaran kepada para siswanya melalui prosesi penyembelihan hewan qurban, berupa dua ekor sapi.

Tidak hanya itu, even istimewa yang melibatkan tidak kurang 160 warga sekolah ini juga menangani seluruh prosesnya, mulai dari pemotongan, penimbangan, hingga mendistribusikan daging kurban kepada yang berhak menerimanya. Apa yang dilakukan oleh keluarga besar SD Muri ini menjadi kado istimewa bagi suksesnya salah satu program sekolah, yakni Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN). Keduanya dilakukan secara bersamaan sebagai wujud pembelajaran siswa secara kontekstual.

Dengan penuh semangat dan kerja sama yang solid, setelah proses pemotongan dan penimbangan rampung, mereka secara berkelompok melakukan pendistribusian daging kurban. Ada beberapa lokasi yang menjadi sasaran dan target distribusi. Di antaranya, masyarakat Desa Golomantung, Desa Kelangonan, dan masyarakat sekitar sekolah, serta siswa yang berhak menerima.

Siswa kelas 6, misalnya, terjun langsung ke Desa Golomantung, Kec. Kebomas, yang berjarak sekitar 1 km dari sekolah. Mereka dipimpin Ustadz Robbani Wahyudi. Untuk memuluskan pelaksanaan pendistribusian, beberapa hari sebelum pembagikan, siswa mengambil data warga yang kurang mampu ke kantor kepala desa sambil memberikan kupon untuk pengambilan daging kurban.

Sesuai jadwal yang ditentukan, Rabu (14/8/2019), warga yang menerima kupon mengambil bagian daging kurban di pos pembagian, yaitu Balai Desa Golomantung. Di desa ini, panitia membagikan 90 bungkus daging kurban.

Sementara pembagian untuk warga Desa Kelangonan yang berjarak sekitar setengah kilometer, “pasukan” kelas 5 dipimpin oleh Ustadz Faruk Mahsun.
Warga desa Kelangonan mendapatkan 101 bungkus daging kurban. Pos pengambilannya juga dilaksanakan di Balai Desa Kelangonan.

Untuk pembagian warga sekitar, tim yang terdiri atas siswa kelas 4 dipimpin oleh Ustadzah Nur Isma. Pembagian dilaksanakan di pos tenda SD Muri. Di tempat ini, warga yang mendapatkan kupon lalu mengambil daging kurban di tenda SD Muri yang disiapkan di halamn sekolah. Pembagian di laksanakan mulai pukul 10.00 WIB.

Dengan dua ekor sapi, SD Muri telah membagikan 400 bungkus daging kurban kepada yang berhak menerima dan panitia, termasuk anak-anak panitia. Setelah mendistribusikan daging kurban, seluruh panitia makan bersama yang telqh disipkan ibu-ibu Ikwam. Makan bersama dilakukan secara talaman sebagai wujud kebersamaan, kerukunan, dan gotong royong. Hem …maknyussss.

Diharapkan, pembelajaran secara kontekstual ini, memberikan pengalaman dan bekal hidup di masa depan kepada para siswa. Di antara hikmah kehidupan yang bisa dipetik dari pembelajaran ini, bahwa berbagi itu indah dan menyenangkan. (Riza Agustina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here