Pak Habibie Berpulang, Duka Sekaligus Bangga Tertambat di SD Almadany

0
111
Suasana hening dalam pemutaran film Habibie di SD Almadany. (Foto: Girimu/Mahfudz Efendi)


GIRImu.com – Berpulangnya salah satu putera terbaik bangsa yang sekaligus presiden ke-3 RI, Baharuddin Jusuf Habibie, Rabu (11/9/2019) mengundang rasa duka mendalam sekaligus hormat dari berbagai kalangan anak bangsa di negeri ini. Tak terkecuali para siswa dan keluarga besar SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik.

Berita duka itu sontak mengusik ketenangan mereka. Dan, sehari sesudahnya, Kamis (12/9/2019 ) pagi bendera merah putih pun terpasang setengah tiang di halaman SD Almadany. Dari speaker sekolah di Perumahan GKGA Kedanyang ini terdengar syahdu lagu Gugur Bunga berulang kali.

Tepat pukul 07.00, semua siswa sudah berbaris rapi di halaman sekolah. Kepala SD Almadany, A.H. Nurhasan Anwar nampak memimpin ceremony pagi itu. Dalam pengarahannya, Nurhasan mengingatkan seputar meninggalnya presiden ketiga Indonesia itu, termasuk berbagai kelebihan almarhum yang layak diteladani.

“Banyak hal yang dapat kita teladani dari Pak Habibie. Salah satunya, perjuangan Beliau dalam merintis industri pesawat terbang Indonesia. Kita patut bangga karena Indonesia menjadi salah satu produsen pesawat dunia,” ujarnya membangkitkan empati para siswa dan guru.

Usai kegiatan di pagai yang cerah itu, dilanjutkan salat ghaib berjamaah di gazebo yang terletak di halaman sekolah. Salat ghaib ini dilakukan oleh siswa kelas II yang diimami langsung oleh Nurhasan Anwar.

Agenda selanjutnya, memutar film biografi dan pesan-pesan Pak Habibie untuk generasi muda bangsa. Pemutaran film dilakukan di kelas. Melihat pemutaran film itu, siswa nampak senang, bangga, sekaligus haru.

“Saya senang Indonesia bisa membuat pesawat terbang,” ujar Belvania Delphine Setyawan setengah berteriak.

Beda dengan Belva, Febiola Naomi Brilian Rachmat justru kelihatan larut dalam kesedihan. Bocah ini kelihatan syok begitu figur yang dibanggakan bangsa ini dipanggil oleh Allah SWT.

“Saya sedih karena indonesia ditinggal putra geniusnya,” katanya setengah terisak dan menahan lelehan air mata.

Selamat jalan, Pak Habibie. Jasa dan pengorbananmu untuk bangsa tak akan kami lupakan, sampaikapan pun. (Mahfudz Efendi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here